PT. Gudang Garam Bersama Media Berkunjung ke Ekowanawisata Bandung

66

Kediri today, PT. Gudang Garam Tbk mengajak puluhan awak media ke ekowanawisata pertama yang berada di jalan Kolonel Masturi Km 11 Cisarua, Bandung Barat. PT. Gudang Garam Tbk berharap kunjungan tersebut dapat menambah pemahaman seluruh media di Kediri tentang manfaat tanaman bambu. (31/10/2019)

 Dusun Bambu merupakan ekowanawisata pertama yang berada di Jalan Kolonel Masturi KM 11 Cisarua, Bandung Barat. Tinggain 1.500 mdpl, Dusun Bambu menyajikan lanskap menarik dengan udara dingin tapi sejuk, khas lingkungan di kaki pegunungan.

Dusun Bambu dibangun dari keprihatinan terhadap sebuah lahan di Bandung Barat yang tidak diperhatikan oleh petani setelah panen. Pada tahun 2008, beberapa pengusaha memiliki ide mengembalikan lahan yang memprihatikan tersebut untuk diperbaiki. 

Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk Iwhan Tricahyono tanaman bambu merupakan salah satu tanaman yang mampu menahan tanah dan erosi.

“Bambu juga merupakan tanaman konservasi dengan kemampuannya menjaga ekosistem air. Sistem perakaran bambu yang sangat rapat dan menyebar ke segala arah mampu menahan tanah dari erosi,” paparnya.

Selain dusun Bambu, rombongan juga akan berkunjung ke Saung Angklung Udjo (SAU), salah satu destinasi wisata yang merupakan pusat kerajinana tangan dari bamboo, dan workshop indtrumen music bambu, dan laboratorium kependidikan dan pusat belajar kebudayaan Sunda, khususnya angklung.

Untuk diketahui, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, PT. Gudang Garam Tbk menanam pohon bamboo di bagian timur lereng Gunung WIlis, Jawa Timur melalui program Corporate Sosial Resposibility (CSR).

Pada penanaman tahap pertama yang dilakukan 13 Februari 2016, PT Gudang Garam Tbk. bekerjasama dengan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, KPH Nganjuk, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Program CSR ini menanam 15.600 bibit bambu di lahan seluas 100 hektar di Desa Tarokan, Kabupaten Kediri.

Penanaman tahap kedua telah dilaksanakan pada 9 Februari 2017 di lahan seluas 500 hektar di dusun Klepu, desa Parang, kecamatan Banyakan , Kabupaten Kediri Jawa Timur. Penanaman ini dilakukan bersama Perum Perhutani KPH Kediri dan LMDH. Tanaman bambu ini tersebar di kawasan BPKH Kediri (43.766 pohon), BKPH Pace (30.887 pohon), dan BKPH Pare (4.845 pohon). (edp)