Medsos dan Media Pers Memiliki Tanggungjawab yang Sama

67

Kediri today, Dalam upaya penyampaian informasi yang berimbang dan menghidari hoaks Paska Pemilihan Legislatif 2019 dan menjelang pemilihan umum 2020 dewan Pers mengundang para jurnalis Kediri dan sekitarnya untuk mengikuti workshop Peliputan Paska Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019” di hotel Insumo  kota Kediri. (11/10/2019)

baca juga: http://www.thejavatoday.com/jelang-pilkada-2020-dewan-pers-berpesan-pada-jurnalis/


Agus Sudibyo Anggota Dewan Pers meminta kepada para jurnalis untuk belajar dari proses pemilihan presiden 2019. Ia menghimbau jangan sampai ada berita hoaks yang beredar di masyarakat tanpa ada konfirmasi karena hal-hal tersebut dapat memecah belah bangsa.

“Mari belajar dari pilpres, jangan sampai ada pihak yang ingin memecah belah bangsa terus temen-temen pres ikut-ikutan atau membiarkan jadi harus lebih waspada, kalau ada narasumber, kalau ada orang-orang yang tiba-tiba membuat pernyataan controversial, di cek dulu, di perhatikan, di konfimasi, sehingga yang muncul adalah berita-berita yang sudah terferivikasi”, paparnya.

Saat ini, media sosial di Indonesia sedang menglami kemajuan, oleh karena itu Agus Sudibyo mengatakan bahwa saat ini Indonesia harus memiliki regulasi yang mengatur tanggungjawab platform-platfom seperti Twiiter, IG, FB, dan Google untuk bertanggungjawa atas konten yang beredar kepada masyarakat.

“Terkait regulasi media platform, sudah seharusnya Indonesia itu memiliki regulasi-regulasi yang mengatur tanggungjawab platform, platform media sosial, intinya google, fb, ig itu perusahaan media juga seperti temen-temen ini. Karena dia perusahaan media, maka dia tidak bisa bilang kami hanya menyediakan platform, isi diluar tanggungjawab kami jadi youtube, fb harus bertanggungjawa atas informasi yang mereka sebarkan walaupun informasi itu bukan mereka yang bikin”, ungkapnya.


Agus Subidyo menambhakan, platform-plaftom tersebut memang bukan media pers tetapi platform-platfom tersebut dapat memberikan informasi kepada masyarakat sama halnya media pers, sehingga platform-platfom tersebut juga harus melakukan kewajiban seperti media massa, seperti membayar pajak, memastikan konten sesuai dengan etika public, dan mencerdaskan bangsa. (edp)