Jelang Pilkada 2020 Dewan Pers Berpesan pada Jurnalis

70

Kediri today, Paska Pemilu serentak tahun 2019 dan menjelang Pilkada serentak tahun 2020, Dewan Pers mengundang para jurnalis Kediri dan sekitarnya pada workshop yang bertema “Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019”. Acara yang diikuti oleh puluhan jurnalis tersebut bertempat di hotel Insumo Palace kota Kediri.(11/10/2019)

 Materi pertama di sampaikan oleh Hedry ch Bangun wakil ketua Dewan Pers.  Dalam masa pemilihan, media berkewajiban  membantu masyarakat untuk mengenal setiap calon dengan jelas dengan cara memberikan informasi mengenai profil dan program kerja calon tersebut.

“jadi media harus menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman rakyat kepada calon-calon, fungsi kita mengedukasi saja. Jadi kami dewan pers merasa bahwa perlu meningkatkan pemahaman itu”, ujarnya.

Dewan pers meminta kepada  para jurnalis agar menyampaikan berita yang tidak berpihak kepada salah satu calon. Menyampaikan sesuatu yang bener-benar terjadi, jika ada pro dan kontra maka semua harus disampaikan kepada masyarakat.

“kode etik mengatakan didalam membuat berita kita harus berimbang, berimbang itu artinya jika ada 2 atau 3 narasumber maka pihak-pihak yang pro dan kontra   diberi kesempatan yang sama, kalau di radio durasi yang sama, kalau di cetak jumlah kolom yang sama, terus judul kalau di atas calon ini begini, nah yang dibawah judul kedua yang kontra”, paparnya.

Tidak memihak kepada  salah satu calon. Namun, Dewan Pers juga tidak melarang untuk jurnalis yang ingin menjadi tim sukses salah satu calon atau mencalonkan diri pada pemilihan legistif.

“boleh tapi cuti dulu, jangan  tim sukses juga, nulis artikel juga. Ini repot. Silahkan tapi cuti, kita gak melarang karena setiap orang memiliki kecenderungan. Atau ada yang berniat 5 tahun lagi saya nyaleg, gak apa-apa tapi cuti dulu, mengapa? Apa lagi media siaran, itu frekuensi milik umum, jangan kita gunakan untuk kepentingan pribadi”, tambahnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2020 akan diselenggarakan pemilihan Kepala daerah di 9  Provinsi, pemilihan bupati di 224 kabupaten, pemilihan walikota di 37 kota di seluruh Indonesia. Salah satu wilayah yang akan menyelenggarakan pemilihan ialah Kabupaten Kediri. (edp)