DPRD Kota Kediri Jaring Aspirasi Masyarakat Untuk Kediri Lebih Baik

120
Dra. Firdaus wakil ketua DPRD kota Kediri Fraksi Partai Amanat Nasional saat berbicara pada Jaring Aspirasi Masyarakat (28/2/2020)

Kediri today, DPRD Kota Kediri Jawa Timur melaksanakan jaring aspirasi masyarakat di kantor Kelurahan Ngadirejo kota Kediri Jawa Timur, pada kegiatan ini  Dra. Firdaus wakil ketua DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional menjawab pertanyaan dari masyarakat dan menerima usulan masyarakat untuk kota Kediri. (28/2/2020)

Dalam sambutannya Dra Firdaus mengatakan ia akan menjawab petanyaan masyarakat, dan akan menyampaikan seluruh kritik dan saran masyarakat kepada pemerintah tanpa mengurangi sedikitpun. Tidak hanya itu, ia juga akan mendengarkan kritikan untuk dirinya secara pribadi.

 Setelah menyampaikan sambutan dan pemaparan, Dra. Firdaus mendengarkan beberapa aspirasi dari masyarakat, salah satunya Fauzi Ketua LPMK  yang menanyakan persyaratan pengajuan beasiswa untuk perguruan tinggi. Mengenai hal ini Dra Firdaus mengatakan, saat ini pemerintah pusat telah memerintahkan agar bantuan hibah dan bantuan sosial diberikan kepada warga yang telah tercatat dalam BDT (Basis Data Terpadu).

“hari ini yang ditanyakan masalah BDT ya, yang membuat fenomenal seluruh Indonesia, jadi karena semua bantuan yang sifatnya dari pemerintah baik hibah maupun bansos itu yang dibantukan pemerintah kepada masyarakat itu harus berdasarkan BDT (Basis Data Terpadu) jadi masyarakat yang tidak masuk ke dalam BDT tersebut, kayak misal contohnya yang tadi pertanyaan adalah beasiswa mahasiswa, periode yang lalu mas Abu dan Almarhumah neng Lik memberikan beasiswa kepada mahasiswa, animonya luar biasa karena persyaratannya hanya IP minimal 3 dan Universitasnya semua yang terakreditasi tanpa melihat itu negeri atau swasta”, paparnya.

Pada acara tersebut, Dra. Firdaus juga menerima usulan masyarakat tentang nama Kwak agar diabadikan menjadi nama kecamatan kota karena kwak merupakan nama prasasti yang berisi tentang asal mula berdirinya kota Kediri yang dibuat pada 879 Masehi oleh kerajaan mataram kuno. Menanggapi usulan ini, Dra. Firdaus akan mencatat dan menyampaikan kepada pemerintah kota Kediri. (edp)