Apel Besar Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

271

Kediri today, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) mengikuti apel besar simulasi pengamanan Pemilu 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 2376 anggota tersebut diselenggarakan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan pemilu. Kegiatan tersebut terselenggara di GOR Jayabaya kota Kediri Jawa Timur. (4/4/2019)

 Plh Walikota Kediri Budwi Sunu mengatakan penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 merupakan salah satu pilar demokrasi yang perlu dipersiapkan. Sesuai amanah Permendagri Nomor 10 Tahun 2009 tentang penugasan Satlinmas dalam kamtibmas di Pemilu.

Budwi Sunu mengatakan bahwa keamanan merupakan kunci kesuksesan penyelenggraan pemilu, “Hari ini kita melakukan apel pengarahan sekaligus simulasi pengamanan sebagai upaya memantapkan persiapan Satlinmas dalam rangka pengamanan Pemilu. Saya berharap saudara sekalian dapat mengikuti dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Karena keamanan merupakan kunci suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi”,  ujarnya.

Budwi Sunu mengajak anggota Satlinmas untuk berdoa agar pemilu 2019 dapat berjalan dengan kondusif,  “Saya mengajak panjenengan semua untuk bersama-sama berdoa agar penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 berjalan aman dan kondusif. Tidak ada gejolak apapun baik di Kota Kediri maupun di daerah-daerah lain”,  pesannya.

Skenario simulasi tersebut diawali pada tanggal 15 April 2019 KPPS dan Linmas TPS melaksanakan pembersihan sekitar TPS dari Alat Peraga Kampanye (APK), bahan kampanye, atau atribut kampanye lainnya. Kemudian tanggal 16 April 2019 KPPS dan Linmas TPS melaksanakan pendirian TPS. Pada tanggal 17 April 2019 selambatnya pukul 06.00 WIB KPPS dan Linmas TPS menerima logistik dari PPS, lalu tepat pukul 07.00 WIB ketua KPPS mengambil sumpah janji anggota KPPS beserta Linmas, pasca sumpah janji KPPS dan Linmas TPS mempersiapkan proses pemungutan suara.

Pada saat proses pemungutan suara berlangsung disimulasikan bagaimana sikap anggota Linmas TPS saat terjadi kericuhan karena adanya orang dengan gangguan jiwa di TPS, bagaimana membantu penyandang disabilitas yang datang ke TPS dan bagaimana memadamkan api bila terjadi insiden kebakaran.

Terakhir disimulasikan  sejumlah pendukung partai tertentu tidak setuju dengan hasil pemungutan suara yang telah ditetapkan petugas KPPS. Akhirnya warga yang protes memaksa masuk ke TPS, namun dihadang petugas linmas, hingga terjadi ketegangan antara warga dan petugas keamanan.

Kemudian, petugas KPPS langsung mengamankan surat suara yang telah terkumpul dalam kotak suara. Beberapa saat kemudian, terjadi aksi dorong-dorongan. Salah satu warga yang tidak tertahan petugas keamanan meringsek masuk ke TPS lalu membakar bilik suara. Lalu  dengan sigap petugas keamanan langsung datang dan mengamankan pelaku. (edp)